Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai dewan gelar tanda jasa bisa mempertimbangkan kembali agar mantan Presiden Soeharto dijadikan pahlawan nasional.
Fadli juga menjelaskan bahwa potensi terganjalnya usulan pemberian gelar pahlawan, karena TAP MPR Nomor XI/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme bisa gugur dengan sendirinya.
"Kalau pasal itu saya kira dengan sendirinya gugur. Karena dalam satu proses dimintai keterangan beliau juga sudah tidak sehat lagi, Pak Soeharto juga sudah tidak ada," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan,
Menurut Waketum Partai Gerindra ini, Soeharto tidak terbukti bersalah. Baik itu dalam hal kudeta pemerintahan Soekarno maupun KKN.
"Tidak terbukti juga, persoalan hukum tidak terbukti juga. Tidak ada manusia sempurna. Termasuk pahlawan yang tiap tahun diberikan gelar. Pemberian Pahlawan terhadap jasa-jasanya," tuturnya.
Fadli juga berujar bahwa TAP MPR sudah tidak relevan lagi. Sebab peraturan tersebut hanya dibentuk berdasarkan konteks zaman tertentu.
"TAP ada yang jangka panjang dan temporer. Kan sudah tidak ada (Soeharto), apanya yang dilaksanakan TAP itu?" cetusnya.
Fadli juga menjelaskan bahwa potensi terganjalnya usulan pemberian gelar pahlawan, karena TAP MPR Nomor XI/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme bisa gugur dengan sendirinya.
"Kalau pasal itu saya kira dengan sendirinya gugur. Karena dalam satu proses dimintai keterangan beliau juga sudah tidak sehat lagi, Pak Soeharto juga sudah tidak ada," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan,
Menurut Waketum Partai Gerindra ini, Soeharto tidak terbukti bersalah. Baik itu dalam hal kudeta pemerintahan Soekarno maupun KKN.
"Tidak terbukti juga, persoalan hukum tidak terbukti juga. Tidak ada manusia sempurna. Termasuk pahlawan yang tiap tahun diberikan gelar. Pemberian Pahlawan terhadap jasa-jasanya," tuturnya.
Fadli juga berujar bahwa TAP MPR sudah tidak relevan lagi. Sebab peraturan tersebut hanya dibentuk berdasarkan konteks zaman tertentu.
"TAP ada yang jangka panjang dan temporer. Kan sudah tidak ada (Soeharto), apanya yang dilaksanakan TAP itu?" cetusnya.












0 komentar:
Posting Komentar