Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama baru saja merombak jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI. Ada sekitar 151 pejabat eselon III dan eselon IV yang dilantik Ahok siang ini.
Selain 151 pejabat eselon III dan IV yang bakal ditempatkan di berbagai SKPD, Ahok juga melantik Kepala Kantor Regional V Badan Kepegawaian Nasional serta ada 24 pejabat yang didemosi atau turun dicopot dari jabatannya.
Saat sambutan, Ahok mengatakan dirinya tak segan mencopot pejabat yang tidak sesuai harapan dan perintahnya. Dia bercerita, banyak anak buahnya yang tidak bisa mengikuti cara kerja Ahok dan akhirnya memilih mundur. Sehingga, katanya, hampir tiap hari Ahok menandatangani surat pengunduran diri PNS DKI.
"Kalau bapak ibu sudah merasa enggak enak atau malas, duit sudah banyak ya sudah. Banyak juga rekan-rekan bapak ibu yang mengundurkan diri, saya langsung tandatangani, hampir setiap hari ya Pak Agus Suradika, tanda tangan untuk proses pemberhentian sebagai PNS," kata Ahok di Balai kota, Jakarta,
"Tanda tangan untuk proses pemberhentian sebagai PNS hampir setiap hari saya tanda tangani. Saya kalau ada orang yang mengundurkan diri sangat cepat tanda tangani," jelasnya.
Selain itu, mantan politisi Gerindra ini meminta kepada pejabat eselon III dan IV yang baru saja dilantik itu untuk segera melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Makanya saya minta ke depan Anda enggak bisa lagi curi-curi uang, Bapak Ibu harus segera melaporkan LHKPN ini. Yang dari staf naik ke eselon IV, karena yang dari eselon I, II, III, IV wajib lapor LHKPN," tegas Ahok.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta pejabat yang dilantik yakni 14 pejabat eselon III, 136 pejabat eselon IV, dan Kepala Kantor Regional V BKN, Tauchid Djatmiko.
Sedangkan, pejabat yang mendapat promosi sebanyak 58 orang, yang terdiri dari delapan orang pejabat eselon III, dan 50 orang pejabat eselon IV. Sementara pejabat yang didemosi mencapai 24 orang.
Selain 151 pejabat eselon III dan IV yang bakal ditempatkan di berbagai SKPD, Ahok juga melantik Kepala Kantor Regional V Badan Kepegawaian Nasional serta ada 24 pejabat yang didemosi atau turun dicopot dari jabatannya.
Saat sambutan, Ahok mengatakan dirinya tak segan mencopot pejabat yang tidak sesuai harapan dan perintahnya. Dia bercerita, banyak anak buahnya yang tidak bisa mengikuti cara kerja Ahok dan akhirnya memilih mundur. Sehingga, katanya, hampir tiap hari Ahok menandatangani surat pengunduran diri PNS DKI.
"Kalau bapak ibu sudah merasa enggak enak atau malas, duit sudah banyak ya sudah. Banyak juga rekan-rekan bapak ibu yang mengundurkan diri, saya langsung tandatangani, hampir setiap hari ya Pak Agus Suradika, tanda tangan untuk proses pemberhentian sebagai PNS," kata Ahok di Balai kota, Jakarta,
"Tanda tangan untuk proses pemberhentian sebagai PNS hampir setiap hari saya tanda tangani. Saya kalau ada orang yang mengundurkan diri sangat cepat tanda tangani," jelasnya.
Selain itu, mantan politisi Gerindra ini meminta kepada pejabat eselon III dan IV yang baru saja dilantik itu untuk segera melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Makanya saya minta ke depan Anda enggak bisa lagi curi-curi uang, Bapak Ibu harus segera melaporkan LHKPN ini. Yang dari staf naik ke eselon IV, karena yang dari eselon I, II, III, IV wajib lapor LHKPN," tegas Ahok.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta pejabat yang dilantik yakni 14 pejabat eselon III, 136 pejabat eselon IV, dan Kepala Kantor Regional V BKN, Tauchid Djatmiko.
Sedangkan, pejabat yang mendapat promosi sebanyak 58 orang, yang terdiri dari delapan orang pejabat eselon III, dan 50 orang pejabat eselon IV. Sementara pejabat yang didemosi mencapai 24 orang.












0 komentar:
Posting Komentar