Pada Maret 2016, secara tegas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menyatakan menggandeng koleganya di Pemprov DKI yakni Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai duetnya dalam pertarungan Pemilihan Gubernur DKI 2017.
Sejalan dengan keputusan itu, Ahok menyatakan diri maju melalui jalur independen. Ahok mantap setelah TemanAhok meyakinkannya untuk maju tanpa mesin partai. Mereka bersemangat mengumpulkan satu juta KTP warga DKI untuk pasangan Ahok dan Heru.
Saat itu, relawan Ahok baru mengumpulkan 774.452 KTP. Itupun atas nama Ahok seorang. TemanAhok harus mengumpulkan satu juta KTP dengan mencantumkan nama Ahok dan Heru. Ahok menyerahkan sepenuhnya pengisian ulang lengkap dengan nama Heru itu kepada temanAhok. TemanAhok dikejar waktu mengingat batas waktu pendaftaran calon independen di KPU tinggal beberapa bulan lagi. Ahok memberikan tempo paling lambat Juni sudah terkumpul KTP dukungan.
Pasukan pendukungnya bergerak. Mereka semakin massif mencari dukungan KTP untuk AHok dengan mendirikan stand di pusat perbelanjaan hingga menyosialisasikan di media sosial. Semua semata-mata demi menjaring dukungan untuk mantan Bupati Belitung Timur itu. Dukungan pun mengalir. Tidak hanya dari warga yang berdomisili atau memiliki KTP Jakarta, dukungan juga datang dari luar Jakarta, bahkan luar negeri.
Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, puluhan orang menggelar deklarasi dukungan untuk Ahok kembali menjadi gubernur. Puluhan warga Kupang yang menamakan diri, relawan "NTT 4 AHOK" Kamis (31/3) sore hingga malam, menggelar deklarasi dukungan terhadap Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2021.
Sejalan dengan keputusan itu, Ahok menyatakan diri maju melalui jalur independen. Ahok mantap setelah TemanAhok meyakinkannya untuk maju tanpa mesin partai. Mereka bersemangat mengumpulkan satu juta KTP warga DKI untuk pasangan Ahok dan Heru.
Saat itu, relawan Ahok baru mengumpulkan 774.452 KTP. Itupun atas nama Ahok seorang. TemanAhok harus mengumpulkan satu juta KTP dengan mencantumkan nama Ahok dan Heru. Ahok menyerahkan sepenuhnya pengisian ulang lengkap dengan nama Heru itu kepada temanAhok. TemanAhok dikejar waktu mengingat batas waktu pendaftaran calon independen di KPU tinggal beberapa bulan lagi. Ahok memberikan tempo paling lambat Juni sudah terkumpul KTP dukungan.
Pasukan pendukungnya bergerak. Mereka semakin massif mencari dukungan KTP untuk AHok dengan mendirikan stand di pusat perbelanjaan hingga menyosialisasikan di media sosial. Semua semata-mata demi menjaring dukungan untuk mantan Bupati Belitung Timur itu. Dukungan pun mengalir. Tidak hanya dari warga yang berdomisili atau memiliki KTP Jakarta, dukungan juga datang dari luar Jakarta, bahkan luar negeri.
Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, puluhan orang menggelar deklarasi dukungan untuk Ahok kembali menjadi gubernur. Puluhan warga Kupang yang menamakan diri, relawan "NTT 4 AHOK" Kamis (31/3) sore hingga malam, menggelar deklarasi dukungan terhadap Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2021.
Walaupun pemilihan gubernur DKI Jakarta tidak membawa dampak bagi warga di Nusa Tenggara Timur, namun dukungan terhadap Ahok, sebagai calon independen gubernur mulai dikumandangkan di daerah itu. Berbeda dengan dukungan warga di Jakarta yakni mengumpulkan KTP. Warga di Kupang mendukung Ahok dengan cara membuka posko pendaftaran atau pengumpulan KTP bagi warga DKI Jakarta yang sedang bertugas di wilayah NTT.
Selain itu, mereka juga akan menginformasikan kepada sanak keluarga yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta, agar memilih Ahok dalam pemilukada nanti. "Kami melihat orang baik ini kalo dibiarkan saja maka orang ini tidak jadi. Na kami berharap, Ahok ini menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin di daerah lain sehingga kami mengangkat ahok ini sebagai simbol pergerakan kami ke depan untuk menciptakan iklim demokrasi yang jauh lebih baik," kata penggagas NTT 4 AHK, Jhon Ricardo.
Dukungan juga datang dari fans Ahok di luar negeri. Relawan TemanAhok menggalang dukungan warga ber-KTP Jakarta hingga ke Bumi Lorosa'e, Timor Leste. Banner bertuliskan 'KTP gue buat Ahok' terlihat terpasang di Restoran Padang Sari Bundo Kawasan pertokoan Colmera, Distrik Dili, Timor Leste.
Riyana, seorang pelayan rumah makan Padang Sari Bundo mengatakan, Banner itu baru dipasang satu minggu lalu. Adalah pemilik rumah makan Sari Bundo bernama Hendrik yang berinisiatif menggalang KTP di Bumi Lorosa'e. "Baru satu minggu terpasang," ujar Riyana saat ditemui di Dili, Timor Leste, Jumat (29/4).
Selain itu, mereka juga akan menginformasikan kepada sanak keluarga yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta, agar memilih Ahok dalam pemilukada nanti. "Kami melihat orang baik ini kalo dibiarkan saja maka orang ini tidak jadi. Na kami berharap, Ahok ini menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin di daerah lain sehingga kami mengangkat ahok ini sebagai simbol pergerakan kami ke depan untuk menciptakan iklim demokrasi yang jauh lebih baik," kata penggagas NTT 4 AHK, Jhon Ricardo.
Dukungan juga datang dari fans Ahok di luar negeri. Relawan TemanAhok menggalang dukungan warga ber-KTP Jakarta hingga ke Bumi Lorosa'e, Timor Leste. Banner bertuliskan 'KTP gue buat Ahok' terlihat terpasang di Restoran Padang Sari Bundo Kawasan pertokoan Colmera, Distrik Dili, Timor Leste.
Riyana, seorang pelayan rumah makan Padang Sari Bundo mengatakan, Banner itu baru dipasang satu minggu lalu. Adalah pemilik rumah makan Sari Bundo bernama Hendrik yang berinisiatif menggalang KTP di Bumi Lorosa'e. "Baru satu minggu terpasang," ujar Riyana saat ditemui di Dili, Timor Leste, Jumat (29/4).
banner KTP Gue Buat Ahok itu dipasang tepat di depan pintu masuk restoran Padang Sari Bundo. Sementara pada bagian atas restoran tepat di lantai dua, spanduk pemberian dukungan KTP berukuran 1 x 5 meter juga dipasang.
Riyana mengaku tak mengetahui bagaimana prosedur pemberian dukungan berupa KTP jika ada warga Jakarta yang mau mendorong Ahok buat mau dalam Pemilihan Kepala Daerah yang bakal berlangsung tahun depan. "Saya tidak tahu," katanya dengan Bahasa Indonesia.
Tak cuma mengumpulkan KTP, relawan TemanAhok di Timor Leste juga menjual merchandise berupa kaos. Merchandise yang bertuliskan 'KTP Gue Buat Ahok' itu ternyata laris dijual. Banyak warga Indonesia keturunan Thionghoa, Timor Leste dan Indonesia berburu kaos Ahok.
Nur, kasir restoran Padang Sari Bundo mengatakan, kebanyakan pembelinya orang-orang asal Indonesia yang kebetulan bekerja atau memiliki usaha di Timor Leste. Tak terkecuali, orang Bumi Lorosa'e sendiri.
"Kalau jumlahnya saya kurang tahu karena belum diupdate stok barangnya. Yang pasti banyak banget," ujar Nur seraya menunjukkan dua kaos bertuliskan 'Teman Ahok'.
Riyana mengaku tak mengetahui bagaimana prosedur pemberian dukungan berupa KTP jika ada warga Jakarta yang mau mendorong Ahok buat mau dalam Pemilihan Kepala Daerah yang bakal berlangsung tahun depan. "Saya tidak tahu," katanya dengan Bahasa Indonesia.
Tak cuma mengumpulkan KTP, relawan TemanAhok di Timor Leste juga menjual merchandise berupa kaos. Merchandise yang bertuliskan 'KTP Gue Buat Ahok' itu ternyata laris dijual. Banyak warga Indonesia keturunan Thionghoa, Timor Leste dan Indonesia berburu kaos Ahok.
Nur, kasir restoran Padang Sari Bundo mengatakan, kebanyakan pembelinya orang-orang asal Indonesia yang kebetulan bekerja atau memiliki usaha di Timor Leste. Tak terkecuali, orang Bumi Lorosa'e sendiri.
"Kalau jumlahnya saya kurang tahu karena belum diupdate stok barangnya. Yang pasti banyak banget," ujar Nur seraya menunjukkan dua kaos bertuliskan 'Teman Ahok'.
Untuk kaos polos, pendukung TemanAhok bisa membelinya seharga USD 10. Sedangkan untuk kaos TemanAhok model kerah atau polo shirt, dijual USD 15.
"Kalau yang polos harganya USD 10," ujar Nur.
Dukungan terhadap Ahok juga terdengar hingga ke negeri kincir angin, Belanda. Salah seorang warga DKI, Santi (33) nampak memborong kaos dukungan untuk Ahok di markas TemanAhok Graha Pejaten nomor 3, Pasar Minggu Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Ternyata dia memborong itu untuk sanak keluarganya di Belanda.
"Saya ke sini beli kaos. Karena ada om yang di Belanda nitip kaos TemanAhok,"
"Kalau yang polos harganya USD 10," ujar Nur.
Dukungan terhadap Ahok juga terdengar hingga ke negeri kincir angin, Belanda. Salah seorang warga DKI, Santi (33) nampak memborong kaos dukungan untuk Ahok di markas TemanAhok Graha Pejaten nomor 3, Pasar Minggu Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Ternyata dia memborong itu untuk sanak keluarganya di Belanda.
"Saya ke sini beli kaos. Karena ada om yang di Belanda nitip kaos TemanAhok,"















0 komentar:
Posting Komentar